SEKILAS INFO
: - Friday, 03-04-2026
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info


Bontang: Seminar bedah buku di STIT- Syamsul Ma’arif yang mendatangkan seorang yang berperan penting dalam buku POHON HARAPAN dari TANAH RAWA bapak Wakil Walikota Bontang Irso’ Umarghani. Seminar yang berlangsung hampir 2 Jam ini mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari ketua yayasan STIT-Syamsul Ma’arif bapak Hasanddin Hakam, MM karena ini bisa menunjang wawasan mahasiswa dan mahasiswi dalam mata kuliah yang beliau pegang yakni Jurnalistik. Acara ini terlihat begitu megah dan sangat terkonsep dengan suasana yang sahdu diiringi lantunan musik dari salah satu grup Organ terkenal di kota Bontang. Dalam acara Seminar Bedah Buku tersebut hadir juga beberapa tamu undangan salah satunya Karyawan dari Bank DANARTA yang ikut memeriahakan acara bedah buku tersebut.
Seminar yang bertemakan “ Sukses Belajar, Sukses Karir & Kisah Cinta” ini yang di moderatori oleh Bapak Abdul Hakim yang sudah beberapa kali menjadi moderator program Kedai Aspirasi di PKTV menambah suasana hidup dalam seminar yang lebih tepatnya di katakan sebagai TalkShow tersebut. Dalam TalkShow tersebut ia memulai dengan membacakan beberapa kata-kata yang menginspirasi peserta bedah buku yaitu” sebuah kata bijak “ Kemenangan terbesar bukanlah ketika seseorang tidak pernah terprosok ke jurang (karena gagal). Akan tetapi dia adalah orang yang mampu bangkit setiap kali gagal (Ralph Waldo Emerson)”, Orang yang bahagia adalah orang yang mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain (Ali bin Abi Tholib), dan “ Setiap orang berhak Menuliskan riwayat kehidupan yang mereka punya, karena sebuah kisah itu akan hilang ketika tidak dituliskan seiring bergantinya jaman”.
Bapak Anthoni Lamini, M.Pd. juga ikut berperan penting dalam acara bedah buku itu, karena beliau menjadi pembicara kedua setelah pembicara utama pak Isro’ Umarghani. Sebelum TalkShow di mulai moderator memberikan kesempatan kepada Ketua yayasan STIT- Syamsul Ma’arif bapak Hasannuddin Hakam untuk memberikan sambutan-sambutan. Dalam sambutanya ia mengatakan “ Saya sangat antusias dalam menyambut dan menggelar acara seminar ini, karena ini bisa memberikan pengalaman dan pengetahuan yang baru bagi para mahasiswa dan mahasisiwi dan juga dapat menonjolkan mata kuliah yang saya ajar yaitu Jurnalistik”. Sebenarnya niat Ketua yayasan STIT-Syamsul Ma’arif sudah lama ingin mengundang pak Wawali akan tetapi karena kesibukannya jadi baru malam ini ia bisa hadirkan dan Pak Hasan juga mengucapkan terima kasih pada semua undangan yang bisa hadir dan ikut memeriahkan bedah buku tersebut.
Setelah sambutan dari ketua yayasan, moderator fokus pada acara inti bedah buku yaitu Talkshow yang disampingnya sudah duduk pak Isro’ Umarghani sebagai pembicara utama. Pertanyaan pemula yang dilontarkan moderator ke pada Pak Isro’ adalah “ Bagaimana awal mula beliau Pak Isro’ mengawali kesuksesan sehingga menjadi Isro’ yang seperti ini? Pak Isro’ mengatakan ini semua berkat doa orang tua dan kerja kerasku yang ingin sekali membantu kehidupan ekonomi orang tuanya. Pak Isro sedikit menceritakan prestasi ia ketika sekolah di SD Negri Kelurahan II yang jaraknya 1 Kilometer dari rumahnya. Kemudian ia melanjutkan sekolah di SMEP yang sekarang berubah status menjadi SMP Negri, yang prestasi studinya tetap terjaga ketika mengenyam pendidikan disana terutama mata pelajaran Aljabar yang disukainya. Saking cerdasnya sampai-sampai ia sering di minta bantuan sama temennya untuk mengerjakan PR yang nantinya ia akan diberi imbalan berupa uang sama temenya ketika selesai tutur Pak Isro’. Setelah lulus SMEP ia melanjutkan studinya di STM meskipun banyak sekali rintangan dan hambatan yang ia hadapi tapi berkat kegigihan dan tekat yang kuat disertai jiwa yang berani akhirnya ia bisa masuk sekolah STM. Ia bercerita tentang saat ia sekolah di STM yang jaraknya 30 km dari rumahnya yang mengharuskan ia harus asrama di sana selama sekilah di situ. Pak Isro’ sambil meneteskan air mata ketika bercerita kehidupan ia di asrama yang kecil dengan makan makanan yang seadanya, tiap seminggu sekali ia pinjam sepeda temannya untuk pulang ke rumah untuk menggambil bekal buat makan selama seminggu. Biasanya ia di beri bekal oleh Ibunya beras 2,5 kg, 1 butir kelapa untuk buat santan sayur, sambal pecel, dan uang saku 5 ratus rupiah. Tiap kali pulang selalu bekal itu yang di beriakan ibunya. Banyak sekali hal-hal dialami oleh sosok Isro’ Umarghani yang menginspirasi peserta bedah buku semasa ia kecil hingga sampai saat ini yang tak diduga-duga seorang anak kampung bisa menjadi orang penting di kota Bontang ini.
Setelah itu Pak Hakim bertanya lagi tentang kisah cintanya beliau dengan Ibu Ainiyah yang katanya cukup menarik karena selama hampir 7 Tahun terpisah dengan jarak dan waktu akan tetapi tetap bisa utuh dan bersatu sampai dalam ikatan pernikahan.
Pak Antoni Lamini sebagai pembedah buku tidak banyak berpanjang kata, ia mengatakan bahwa “ Seluruh mahasiswa wajib membaca buku ini dan menjadikan ini sebagai refrensi”, bahkan ia sendiri mengatakan sudah membaca buku ini sampai 3 kali dan tak pernah lupa untuk membawa tisu atau sapu tangan ketika membaca untuk menghapus air mata karena kisah yang ada pada buku yang berjudul “ POHON HARAPAN dari TANAH RAWA sangat mengharukan dan memotivasi dirinya.
Karena waktunya yang kurang mendukung menjadikan acara tersebut harus segera dihentikan, padahal banyak sekali hal-hal yang ingin di tanyakan oleh para mahasiswa akan tetapi di batasi oleh waktu. (25/15) zuhryassidqi

http://zuhryassidqi.blogspot.com/2015/05/

TINGGALKAN KOMENTAR

Data Kampus

STIT Syamsul Ma`arif Bontang

NSPTKI : 347446868

Gang Kerikil 8 Jl. Cut Nyak Dien No.108, Bontang Kuala
KEC. Bontang Utara
KAB. Bontang
PROV. Kalimantan Timur
KODE POS 75312
TELEPON 082157634932 / 081346440187
FAX -
EMAIL humas@stitsyambtg.ac.id

Pengumuman

Pemberitahuan Pengisian Edom Semester Genap 2023/2024

PENDAFTARAN COOPERATIVE EDUCATION PROGRAM (COOP) BATCH XXXVII TAHUN 2022 TELAH DIBUKA

Pengumuman Berkas Beasiswa Upz Pupuk Kaltim Tahun 2022

Maps Kampus